6 Faktor yang Mempengaruhi Kesehatan Manusia


6 Faktor yang Mempengaruhi Kesehatan Manusia

Siapa dari Anda yang tidak pernah sakit? Pasti semua orang pernah mengalami sakit dalam hidupnya. Lantas apakah Anda tahu mengapa penyakit bisa timbul? Penyakit pada dasarnya adalah disebabkan oleh terganggunya proses yang terjadi dalam tubuh manusia sehingga menyebabkan terjadinya ketidakstabilan fungsi dan kerja dari jaringan yang berada di dalam tubuh. Bila ketidakstabilan ini berlanjut akan menyebabkan penyakit dari penyakit biasa (flu, demam, dll) hingga penyakit berbahaya (kanker, serangan jantung, stroke, dll).

 Ada 6 faktor yang mempengaruhi kesehatan manusia.
Faktor tersebut ialah sebagai berikut :

1. Udara

Apakah Anda dapat menahan napas selama 1 menit? Bila iya, bagaimana dengan di atas 1 menit? Bila masih iya juga jawaban Anda, apakah Anda dapat menahan napas selama 1 jam? Tentu saja tidak. Manusia membutuhkan udara, dalam hal ini O2 (Oksigen). Oksigen diperlukan dalam banyak proses yang terjadi dalam tubuh. Oksigen dibawa masuk ke dalam aliran darah oleh alveoli pada cabang jantung terkecil (bronchioles).
Lalu, bukankah kita menghirup udara bukan menghirup oksigen saja? Ya, betul. Paru-paru manusia memiliki filter yang dapat membedakan mana oksigen dan mana gas lainnya. Bila kita menghirup udara bersih yang belum tercampur dengan polutan dan logam berat, maka yang masuk paru-paru hanyalah gas-gas yang sudah memang telah ada di bumi sejak dulu seperti N2, O2, CO2, dll. Gas-gas tersebut dengan jumlah yang wajar tidaklah berbahaya pada tubuh khususnya paru-paru karena tubuh dapat mengurai dan membuangnya kembali ke udara luar.
Tapi bagaimana dengan udara perkotaan dan sebagian daerah yang telah kotor, telah tercampur dengan polutan dan logam berat? Tubuh atau paru-paru tidak didesain untuk menerima zat-zat tersebut sehingga polutan dan logam berat dapat membahayakan kesehatan kita. Karena polutan dan logam berat tersebut sulit diuraikan oleh tubuh. Zat-zat yang tidak terurai akan terbawa masuk ke dalam aliran darah. Dan akumulasinya akan mengganggu aliran darah dan menyebabkan tekanan darah tinggi. Bila aliran darah tersumbat pada otak akan menyebabkan stroke. Dan bila tersumbat pada jantung akan menyebabkan serangan jantung.

2. Air

Hal kedua yang terpenting bagi kehidupan manusia setelah udara adalah air. Manusia tidak dapat hidup tanpa air selama kurang lebih 3 hari.
Kualitas air menentukan kualitas kesehatan. Mungkin kalimat tersebut adalah kalimat yang tepat untuk menggambarkan pentingnya air bersih untuk manusia. Air diperlukan salah satunya sebagai pembersih tubuh. Air adalah zat yang tubuh keluarkan sebagai hasil ekskresi. Ekskresi adalah proses pengeluaran zat kotor atau sisa dalam tubuh. Air dapat sebagian besarnya dikeluarkan melalui keringat dan urin serta sebagian kecilnya dalam kotoran (tinja) manusia. Air mengontrol kekentalan darah dalam tubuh. Air juga mengatur keadaan panas tubuh. Dan banyak lagi fungsi dari air pada tubuh selain yang telah disebutkan.
Terdapat dua cara dalam mendapatkan air minum yang terjadi di Indonesia. Pertama, merebus air dari sumur atau dari perusahaan air (PAM) hingga mendidih. Yang kedua, ialah mengambil air gunung kemudian dilakukan penyulingan sehingga didapatkan air yang dapat dikonsumsi. Biasanya air minum jenis ini adalah air mineral atau air isi ulang yang dijual oleh perusahan air mineral dan depo-depo isi ulang air yang berada di pinggir jalan. Untuk kasus pertama dan kedua, hal yang menjadi pengaruh baik dan buruknya kualitas air adalah sumber dimana air tersebut diperoleh dan bagaimana pemrosesannya. Air dari sumber yang buruk dapat berkualitas baik bahkan sangat baik bila pemrosesan air tersebut menerapkan standar yang tinggi. Dari penyaringannya sampai penyulingannya. Namun, sebaliknya pun dapat terjadi. Air yang berasal dari sumber yang baik dapat mengalami penurunan kualitas bila tidak dilakukan pemrosesan dengan baik.
Buruknya kualitas air yang kita minum mengakibatkan buruknya pula keadaaan tubuh kita. Penyakit menjadi sering “singgah” ke dalam tubuh kita. Ditambah faktor yang lainnya, penyakit berbahaya dan komplikasi hanya tinggal menunggu waktu untuk mendatangi kita.

3. Makanan dan Minuman

Bila kekurangan udara selama beberapa menit dan kekurangan air selama kurang lebih 3 hari dapat membuat manusia tak dapat bertahan, maka makanan pun demikian. Manusia hanya dapat bertahan tanpa makanan selama kira-kira seminggu. Makanan yang kita makan adalah sumber energi yang dibutuhkan tubuh untuk melangsungkan segala aktivitasnya. Selain energi, makanan juga mengandung zat-zat lain yang tubuh perlukan seperti vitamin, asam amino, dan yang lainnya.
Pada zaman sekarang ini, makanan yang beredar di masyarakat tidak lepas dari zat pengawet, perasa, dan pewarna. Zat pengawet, perasa, dan pewarna adalah zat-zat yang tidak dibutuhkan oleh tubuh. Zat pengawet hanya dibutuhkan agar makanan tidak cepat rusak. Zat perasa hanya dibutuhkan oleh lidah agar rasa terasa lebih enak. Zat pewarna hanya dibutuhkan untuk mata sehingga makanan terlihat lebih menarik. Dan yang harus digarisbawahi ialah zat-zat tersebut tidak dibutuhkan oleh tubuh sama sekali.
Zat tersebut di atas akan terbawa masuk ke dalam aliran darah. Sebagian kecil zat akan terurai dan sebagian besarnya zat tersebut tidak akan terurai dan kemudian menempel pada pembuluh darah. Plak zat sisa makanan tersebut akan menghambat aliran darah dan fatalnya dapat menyumbat pembuluh darah. Bila telah tersumbat, tindakan yang akan diberikan pada pasien oleh rumah sakit ialah dengan mengoperasi pasien tersebut untuk dipasangkan selang untuk mem-bypass aliran darah yang tersumbat. Untuk di Indonesia saja, operasi tersebut talah mencapai ratusan juta rupiah.
Hal yang dapat mengurangi dampak tersebut ialah dengan mengurangi penggunaan zat pengawet, perasa dan pewarna pada makanan, menghindari makanan cepat saji dan junk food serta beralihlah pada makanan-makanan sehat. Cucilah sayuran dan daging dengan mengalirkan air selama mungkin sambil perlahan membilas untuk mengurangi sisa pestisida dan pengawet yang menempel pada permukannya.

4. Keseimbangan Emosi

Keseimbangan emosi dapat mempengaruhi keseimbangan fungsi organ tubuh. Emosi yang tidak stabil tidak hanya dapat menyebabkan penyakit kejiwaan tapi juga penyakit fisik. Salah satu ketidakseimbangan emosi ialah gejala stres. Stres dalam keadaan wajar memang dibutuhkan untuk memacu manusia bekerja lebih keras. Namun stres yang melebihi ambang wajar dapat menyebabkan tidur terganggu, cepat marah, dan sulit berpikir. Pikiran yang sehat menyebabkan kerja organ dan jaringan tubuh bekerja sesuai dengan fungsinya. Sedangkan pikiran yang sakit menyebabkan terganggunya fungsi kerja organ-organ tubuh.
Hindari stres yang berlebihan dengan berlibur ke arena permainan, berolahraga, dan humor.

5. Olahraga

melakukan olahraga secara teratur? Bila jawabannya tidak, itulah salah satu penyebab timbulnya penyakit pada tubuh. Dengan berolahraga secara teratur akan menjaga stamina dan kesehatan tubuh. Olahraga teratur melancarkan peredaran darah ke seluruh bagian tubuh. Begitu banyak hal bermanfaat lain dari olahraga teratur dalam menjaga kesehatan. Tapi karena kesibukan, tidak jarang kita meninggalkan olahraga. Peredaran darah menjadi kurang lancar, tubuh terasa kaku dan sulit digerakkan, stamina menurun, timbunan lemak yang makin bertambah serta dampak buruk lainnya.
Olahraga yang paling mudah dan sedikit mengeluarkan biaya ialah jogging atau lari. Hanya membutuhkan sepasang sepatu dan sebuah kemauan untuk hidup lebih sehat, Anda dapat menjaga kesehatan sedini mungkin dari penyakit-penyakit berbahaya.

6. Istirahat

Banyak kita mendengar bahwa tidur yang baik adalah tidur selama 8 jam. Tapi tidur 8 jam tersebut hanyalah untuk balita dan anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Untuk dewasa, tidur 4-5 jam asalkan berkualitas adalah tidur yang paling baik dan cocok. Namun terkadang karena pengaruh-pengaruh hal di atas dapat menyebabkan tidak berkualitasnya tidur kita. Misalkan, keseimbangan emosi atau stres dapat menyebabkan insomnia atau sulit tidur. Sulit tidur pada kemudian akan menyebabkan penyakit karena turunnya stamina kita untuk mempertahankan kondisi tubuh.

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More