• RSS
  • Email
  • Follow us
  • Become a fan
  • Home
PHILIPUS NAHAYA
  • Home

Kategoti Label

  • Berita
  • Blog
  • Blog Mesin Uang
  • Buat Virus
  • Budaya Dayak
  • Cheat PB
  • Computer Security
  • Contoh Skripsi
  • Dampak Buruk Rokok
  • Download Film Gratis
  • Download Microsoft Office 2013
  • HEALTH
  • Hack
  • Hasil Soea Games
  • IPTEK
  • Ilmu Pengetahuan
  • Info
  • Inspirasi Hidup
  • NARUTO
  • Nahaya
  • Piala AFF
  • Point Blank
  • SEJARAH
  • Sains
  • Sea Games XXVI
  • Sea Games2011
  • Sejarah Indonesia
  • Seksologi
  • Semut Merah Cheat
  • Sistem Operasi
  • Software
  • Software Gratis
  • TIMNAS
  • Tips Dan Info Kesehatan
  • Tips Photosop
  • Tips Website
  • Tpis dan Trik Blogspot
  • Trik Internet
  • World Boxing
  • Zat Rokok
  • adat-istiadat dayak Kanayatn
  • aplikasi
  • bahasa pemograman
  • belajaar Hack
  • bisnis online
  • cara hack
  • chip Poker
  • dampak narkoba
  • game
  • hack Pemula
  • hacking
  • info unik
  • teknologi
  • tips PB
SEAGAMES 2011 JUARA UMUM TANPA MAHKOTA SEPAKBOLA.

MENPORA : TIMNAS U23 PANTAS MENGHADAPI BECKHAM CS.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Malarangeng usai menyaksikan laga final Indonesia kontra Malaysia mengatakan bahwa Timnas Muda Indonesia adalah tim yang tangguh dan pantas untuk dipersiapkan melawan klub asal Amerika Serikat, LA Galaxy.
...
"Tim Garuda muda kita sudah bermain cukup bagus. Saya dengar akan datang Beckham bersama LA Galaxy ke Indonesia, saya rasa tim ini pantas untuk berhadapan dengan mereka," ujar Andi Malarangeng di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (21/11/2011).

Andi mengatakan, meskipun Indonesia kalah dalam merebut medali emas di ajang SEA Games XXVI dalam cabang sepakbola, namun prestasi Tim Garuda Muda patut diacungkan jempol dan akan dikembangkan sebagai tulang punggung Timnas senior Indonesia mendatang.

"Tim sepakbola kita saat ini luar biasa, bisa menyumbangkan perak setelah beberapa kali SEA Games. Sekarang dapat perak itu sudah kalah terhormat. Dan kita akan kembangkan tim ini dan membinanya untuk tulang punggung Timnas kedepan," ungkapnya.

Secara strategi dan skill sebenarnya pemain Indonesia tidak pantas kalah, bahkan Tim Malaysia sepertinya sudah kehabisan "akal" untuk memenangkan pertandingan secara normal, dan hanya mengharapkan adu tendangan penalti saja.

RD: MEREKA SUDAH BERUSAHA.

Pelatih tim nasional Indonesia U-23, Rahmad Darmawan (RD) mengakui kalau anak asuhnya sudah berjuang maksimal di partai final cabang sepak bola SEA Games 2011.

Indonesia unggul terlebih dahulu melalui gol cepat Gunawan Dwi Cahyo di menit kelima. Namun, Malaysia kemudian mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-35. Baginya, skor 1-1 di babak pertama sudah bagus bagi timnya, mengingat Malaysia terus memberondong lini pertahanan Garuda Muda.

"Kita mengawali pertandingan dengan cukup menjanjikan, mencetak gol di awal, tetapi setelah itu saya dan pemain mengira semuanya akan berjalan mudah," kata RD dalam konferensi pers usai laga. "Tetapi kenyataannya ternyata terbalik. Kita seperti hanya ingin mempertahankan skor 1-0."

"Saya merasa beruntung babak pertama hanya berakhir dengan 1-1. Di babak kedua, saya instruksikan pemain untuk tidak lakukan long pass."

Tanpa mau beralasan, RD menilai kalau fisik anak asuhnya memang tak seprima seperti yang di semifinal. Bahkan, Patrich Wanggai, yang cedera berusaha menutupinya.

"Harus diakui kondisi pemain tidak sebugar di semifinal, terlihat dari perbedaan kualitas pada kecepatan dan pergerakan tanpa bola," lanjutnya.

"Secara umum mereka telah berusaha, Wanggai juga cedera tetapi berusaha untuk menutupinya, sampai saya terpaksa menggantinya," tandas RD.
Lihat Selengkapnya

Klik Disini Untuk Melihat Videonya

Indonesia
1. Titus Bonai - Tendangannya ke arah kanan. Meski terantisipasi oleh kiper Malaysia, tapi bolanya menjadi gol (1-0).
2. Gunawan Dwi Cahyo - Bola tendangannya ke arah kiri. Gagal dihalau Fahmi, tapi bola membentur tiang gawang dan gagal meraih gol (1-1).
3. Egi Melgiansyah - Bola tendangannya mengarah ke kiri, gol dan salah diantisipasi oleh Fahmi (2-2).
4. Abdulrahman - Bola tendangannya mengarah ke tengah dan gol, gagal terantisipasi oleh Fahmi (3-2).
5. Ferdinand Sinaga - Bola tendangannya mengarah ke kiri dengan lemah, terantisipasi Fahmi yang kemudian membloknya (3-3).
Malaysia
1. Mahali Jasuli - Bola tendangannya mengarah ke kanan agak ke atas dan gol, gagal terantisipasi oleh Kurnia Meiga (1-1).
2. Fandi Othman Mohamad - Bola tendangannya mengarah ke kiri dan gol. Kurnia Meiga gagal mengantisipasi (1-2).
3. Ahmad Fakhri Saarani - Bola tendangannya terblok oleh Kurnia Meiga, gagal (2-2).
4. Fadli Mohamad Shas - Bola tendangannya mengarah ke kiri dan gol (3-3).
5. Baddrol Bachtiar - Bola tendangannya mengarah ke tengah dan sempat diblok Kurnia Meiga, tetapi tetap masuk dan gol ini memastikan kemenangan Malaysia (4-3).

Indonesia Juara Umum Tanpa Emas Sepakbola

Indonesia sudah menunggu 20 tahun untuk kembali meraih emas sepakbola.

Kontingen Indonesia dipastikan menjadi juara umum SEA Games 2011. Sayangnya, medali emas sepakbola yang ditunggu-tunggu sebagai pelengkap juara umum gagal diraih.
Sampai Senin malam, 21 November 2011, Kontingen Merah Putih sudah meraih 170 emas, 146 perak dan 136. Total 452 medali ini mengokohkan Indonesia sebagai juara umum.
Sedangkan di cabang Sepakbola, Indonesia baru dua kali menjadi juara SEA Games yakni pertama pada 1989 di Jakarta dan  Tim Merah Putih kali terakhir menjadi juara SEA Games pada 1991 di Manila, Filipina. Saat itu, Tim Merah Putih mengalahkan Thailand lewat adu penalti.

Setelah itu, prestasi terbaik Indonesia hanya meraih perak SEA Games 1997 Jakarta serta perunggu SEA Games 1999 Brunei Darussalam. Thailand menjadi Raja Asia Tenggara dengan koleksi delapan gelar juara secara beruntun pada SEA Games 1993 Singapura sampai SEA Games 2007 kandang sendiri.

Giliran kekuatan lama Malaysia bangkit dengan menjadi juara SEA Games 2009. Ini jadi emas keempat Negeri Jiran setelah SEA Games 1977 Kuala Lumpur, SEAG 1979 Jakarta dan SEAG 1989 Kuala Lumpur.

Di final sepakbola SEA Games semalam, tim nasional Indonesia U-23 bermain manis sejak awal pertandingan. Sedangkan Malaysia terlihat sedikit gugup manggung di atas rumput Stadion Utama Gelora Bung Karno yang sangat penuh terisi penonton.

Bek tengah Indonesia, Gunawan Dwi Cahyo menuntaskan sepak pojok Oktovianus Maniani dengan sundulan menjebol Malaysia di menit 4. Gol cepat ini menaikkan moral pasukan Garuda Muda.

Indonesia bermain semakin mudah. Beberapa kali tusukan Okto, dan tendangan jarak jauh Egi Melgiansyah membahayakan gawang Malaysia.

Tapi, Malaysia sepertinya tetap tenang. Bahkan, Harimau Muda mampu menyamakan kedudukan di menit 35. Seperti gol Indonesia, gol Malaysia lahir lewat sundulan sambil menjatuhkan diri bek Asrarudin Putra Omar.

Dua kali 45 menit dan dua kali perpanjangan waktu pertandingan berakhir 1-1. Medali emas sepakbola SEA Games 2011 pun harus ditentukan oleh titik 12 pas.

Adu penalti berlangsung dramatis. Bek pencetak gol Indonesia, Gunawan Dwi Cahyo gagal menembus jala gawang kiper Malaysia, Khairul Fahmi Che Mat.

Indonesia masih menyimpan harapan ketika kiper Kurnia Meiga mampu melakukan blok tendangan Saarani Ahmad. Sayangnya, eksekutor keempat Indonesia, Ferdinand Sinaga kembali gagal.

Kapten Malaysia, Bakhtiar Baddrol menentukan Malaysia mempertahankan medali emas ketika eksekusinya yang sempat mengenai kaki Kurnia Meiga menerobos masuk gawang. Malaysia menang adu penalti 4-3.

Indonesia pun harus menunggu minimal 2 tahun lagi untuk merebut emas paling bergengsi di SEA Games ini. Dahaga selama 20 tahun belum terobati.

Jatuh Korban

Laga final ini kacau di luar lapangan. Diawali dengan bus yang membawa anggota timnas Malaysia yang tertahan 1 jam lebih di pintu masuk di depan kantor PSSI mulai pukul 17.00 WIB akibat ribuan suporter yang memadati area Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta.

Mobil-mobil yang diparkir di dekat pintu masuk juga sangat banyak sehingga menghalangi pergerakan bus itu. Suporter yang melihat kedatangan anggota tim Malaysia bereaksi dengan melempar caci maki. Beruntung, tak ada tindakan anarkis dari mereka.

Pihak keamanan coba memberikan jalan kepada bus. Tapi, usaha itu sia-sia karena ribuan suporter susah untuk dikendalikan. Anggota tim Malaysia tampaknya 'ngeri' melihat ribuan suporter Indonesia ini. Mereka hanya bereaksi dengan menutup korden jendela bus.

Suasana di luar Stadion Utama Gelora Bung Karno sebelum pertandingan benar-benar semrawut. Ribuan suporter Merah Putih tertahan di luar stadion.

Hingga kickoff laga final sepakbola SEA Games XXVI antara Indonesia melawan Malaysia bergulir pukul 19.30 WIB, masih banyak calon penonton yang mengantre di depan pintu masuk stadion. Di depan pintu masuk VVIP, suporter bahkan menggedor-gedor pintu kaca untuk memaksa masuk.

Tak sedikit suporter yang meluapkan amarahnya kepada panitia maupun petugas keamanan, lantaran mereka memiliki tiket. Seorang bocah laki-laki tampak menangis meskipun akhirnya diperbolehkan masuk. Petugas keamanan sangat kewalahan karena serbuan suporter bertambah parah.

Tak hanya suporter, awak media massa yang hendak meliput juga kesulitan memasuki stadion. Pintu masuk yang disediakan khusus untuk media sempat ditutup karena harus berebut masuk dengan calon penonton.

Sejumlah wartawan akhirnya masuk melalui pintu VVIP dan itu pun harus beradu mulut dengan para petugas. Menurut Perwira Seksi Operasi Brimob Polda Metro Jaya, Sudiyono, kericuhan ini disebabkan kurangnya pengontrolan tiket oleh petugas pintu masuk.

"Ada tiket yang tak jelas. Ada yang bekas laga sebelumnya, dan banyak juga yang tidak sesuai kategori," ungkap Sudiyono.

"Banyak masyarakat yang berusaha mencari kesempatan, jadi kalau sudah begitu susah menyeleksinya. Harusnya juga yang seleksi tiket bukan brimob karena panitia sudah ada, kami hanya bantu menertibkan," paparnya.

Puncaknya, kekacauan itu menimbulkan korban. Kerusuhan yang terjadi di sektor 15 pintu masuk Stadion Gelora Bung Karno menyebabkan puluhan orang mengalami luka serius. Sejumlah korban menjalani perawatan di Rumah Sakit Angkatan Laut Mintohardjo, Jakarta Pusat.

Seperti disampaikan Matsani, petugas Unit Gawat Darurat RS Mintohardjo, enam korban mengalami luka serius di bagian kepala. Dari sejumlah korban, juga ada anak di bawah umur yang pingsan.

"Tiga luka di kepala, satu pingsan dan dua lemas. Semua sudah dalam penanganan," kata Matsani, Senin malam, 21 November 2011.

Dari pantauan VIVAnews.com, dua orang diperkirakan meninggal dunia setelah terinjak-injak saat menerobos masuk stadion. Satu korban

teridentifikasi atas nama Alfin, 20 tahun, warga Cililitan, Jakarta Timur, dan satu korban lagi adalah laki-laki berusia 20 sekitar tahun dan belum diketahui identitasnya.

Tewasnya dua suporter ini berawal dari jebolnya pintu menuju Sektor 15, dan suporter merangsek masuk. Akibatnya, pengunjung di sektor itu membludak.

"Lima suporter terinjak-injak, dua tewas," kata Sahala, teman Alfin.

Korban meninggal dievakuasi oleh ambulan, dan tampak kedua tubuh korban ditutup kain. Petugas ambulan Pemprov DKI B Panjie sudah meminta bantuan untuk didatangkan ambulan lain karena mobil ambulan yang ada kuncinya hilang.

"Kami minta bantuan mendatangkan ambulan lain buat mengangkut jenazah. Saat ini masih diusahakan," ujar Panjie

Sumber :  vivanews.com
Dua orang dipastikan meninggal dunia saat desak-desakan suporter di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (21/11/2011) malam. Kedua korban berkelamin laki-laki telah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.
Salah satu korban bernama Reno Alvino (21), warga Cililitan, Jakarta Timur. Reno Alvino adalah additional player band DOT yang dibentuk dua bersaudara Ezza Yayang dan Adam Yayang. Di band tersebut, Reno biasa bermain sebagai drummer. Sementara satu korban lainnya belum diketahui identitasnya. Keduanya meninggal saat terjadi kericuhan di sektor 7 sekitar pukul 19.00.
"Kita datang rombongan. Semua pegang tiket. Yang enggak punya maksa masuk jadi dorong-dorongan, jatuh, misah. Dan dengar-dengar, saya cari enggak ada. Tahu-tahu ada dua korban pas desak-desakan. Saya cek ternyata Reno. Dia udah enggak ada," kata saudara sepupu Reno, Helmi (25), kepada Kompas.com.
Jenazah kedua korban sempat tertahan di dalam ambulans dengan nomor polisi B 7853 EQ sekitar satu jam. Kedua jenazah baru dibawa ke RSCM sekitar pukul 20.00 menggunakan ambulans yang dikirim dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta.
"Ambulans bukan peruntukannya. Kami menunggu ambulans yang lebih memadai. Tadi terjebak macet," kata Kartiko, petugas Dinkes DKI menjelaskan mengapa korban tidak langsung dievakuasi dengan ambulans yang ada. Sebelumnya sempat beredar informasi kalau ambulans yang ada di tempat tidak digunakan karena kuncinya hilang.
Selain petugas Dinkes DKI, petugas polisi juga mendatangkan Tim Pusdokkes Polda Metro Jaya. Selain korban tewas, desak-desakan penonton di luar stadion yang memaksa masuk juga menyebabkan setidaknya sembilan suporter pingsan.
Dalam laga final sepak bola SEA Games Indonesia versus Malaysia, kedua tim dipaksa bermain maksimal sehingga harus berhadapan hingga adu pinalti. Kedua tim bermain imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu dan Indonesia kalah dalam adu pinalti 4-3. Indonesia akhirnya harus mengakui keunggulan Malaysia dengan skor 5-4.

Sumber : http://bola.kompas.com/read/2011/11/21/22472250/Dua.Suporter.Tewas.Salah.Satunya.Anggota.Band.DOT
Vietnam langsung memperagakan permainan menyerang pada babak pertama, meskipun pertandingan berjalan dengan tempo sedang. Vietnam memperoleh beberapa peluang melalui tembakan jarak jauh dan juga melalui umpan-umpan berbahaya ke daerah pertahanan Myanmar. Namun tidak ada peluang yang berhasil dikonversi menjadi gol.
AFF: Myanmar

Justru, Myanmar yang terus ditekan secara mengejutkan berhasil menjebol gawang Vietnam melalui tendangan bebas yang dieksekusi oleh Kyaw Zeyar di menit ke-35. Gol yang mengubah kedudukan menjadi 1-0 untuk Myanmar tersebut dikarenakan kesalahan kiper dalam mengantisipasi datangnya bola.

Pada babak kedua, Vietnam meningkatkan intensitas serangan mereka ke pertahanan Myanmar. Namun, hal tersbut membuat lini pertahanan m


Justru, Myanmar yang terus ditekan secara mengejutkan berhasil menjebol gawang Vietnam melalui tendangan bebas yang dieksekusi oleh Kyaw Zeyar di menit ke-35. Gol yang mengubah kedudukan menjadi 1-0 untuk Myanmar tersebut dikarenakan kesalahan kiper dalam mengantisipasi datangnya bola.

Pada babak kedua, Vietnam meningkatkan intensitas serangan mereka ke pertahanan Myanmar. Namun, hal tersbut membuat lini pertahanan mereka terbuka lebar. Pada menit ke-55, Myanmar berhasil menggandakan kedudukan menjadi 2-0 melalui sundulan Kyaw Zeyar memanfaatkan umpan silang dari sisi kiri pertahanan Vietnam.

Vietnam masih menyimpan harapan untuk dapat membalikkan keadaan dengan terus mencoba untuk memperkecil kedudukan. Namun, gol bunuh diri pada menit ke-72, membuat peluang Vietnam untuk memenangkan pertandingan tampak lenyap.

Pada menit ke-85, striker andalan Myanmar, Kyaw Ko Ko yang lolos dari jebakan offside berhasil menggenapkan keunggulan menjadi 4-0 setelah hanya berhadapan dengan penjaga gawang.

Tiga menit kemudian, Vietnam berhasil mencuri gol melalui sontekan Lam Anh Quang yang memanfaatkan kemelut di depan gawang Myanmar. Kedudukan berubah menjadi 4-1, namun gol tersebut akhirnya menjadi gol terakhir di pertandingan ini.

Dengan kemenangan tersebut, Myanmar menempati peringkat ketiga dan berhak mendapatkan medali perunggu di ajang SEA Games 2011.



SUMBER : GOAL.COM
Headline

Indonesia yang sukses mendulang emas lewat cabor Karate, Sepatu Roda, Dayung, sampai menembak langsung melesat dengan meraih 24 medali emas, 15 perak serta 9 perunggu.

Diperingkat dua Singapura mengumpulkan delapan keping emas, delapan perak dan delapan perunggu. Diikuti Thailand dengan enam emas, sembilan perak, dan sembilan perunggu.

Vietnam mengintai dibelakang Thailand dengan jumlag medali emas sama (enam) namun kalah jumlah medali perak (tujuh).

Malaysia malahan masih tersungkur diposisi enam klasemen umum dengan hanya mengumpulkan dua emas, lima perak dan tujuh perunggu. Posisi mereka bahkan kalah dari Filipina yang menduduki posisi lima dengan raihan tiga emas.

Myanmar, Laos dan Kamboja belum mendulang satu keping emas pun. Sedangkan Brunei Darussalam dan Timor Leste masih belum bisa meraih satu medali pun.

Inilah klasemen medali SEA Games 2011 usai hari Sabtu (12/11/2011):
Pos Negara Emas Perak Perunggu Total
1 Indonesia 24 15 9 48
2 Singapura 8 8 8 24
3 Thailand 6 9 9 24
4 Vietnam 6 7 10 23
5 Filipina 3 2 6 11
6 Malaysia 2 5 7 14
7 Myanmar 0 3 2 5
8 Laos 0 0 4 4
9 Kamboja 0 0 1 1
10 Brunei 0 0 0 0
11 Timor Leste 0 0 0 0
 Indonesia berhasil melakoni laga perdana SEA Games 2011 melawan Kamboja dengan sangat baik, Timnas Indonesia menang telak 6 – 0 pada pertandingan yang digelar hari Senin, 7 November, 2011 ini. Gol untuk Indonesia masing-masing dicetak oleh Titus Bonai, Patrick Wanggai (2 gol), Gunawan Dwi Cahyo, Andik Vermansah, Ramdani Lestaluhu


Timnas U-23 Indonesia berpesta gol dengan jumlah setengah lusin di laga pertamanya di SEA Games XXVI. Kamboja yang menjadi lawannya sukses diluluhlantakkan 6-0.
Di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (7/11/2011) malam WIB, Titus Bonai, Gunawan Dwi Cahyo, dan Patrich Wanggai (dua gol) membuat Garuda Muda unggul 4-0 di paruh pertama laga.
Di paruh kedua laga, Andik Vermansyah dan Ramdani Lestaluhu yang masuk sebagai pemain pengganti menambah keunggulan Indonesia.
Kemenangan itu membuat Indonesia kini bertengger di pucuk klasemen Grup A dengan poin tiga. Malaysia dan Singapura yang sebelumnya berbagi hasil imbang ada tepat di bawah Indonesia dengan poin masing-masing satu. Di partai selanjutnya, Indonesia akan menghadapi Singapura, Jumat (11/11).
Jalannya Pertandingan
Indonesia langsung memiliki peluang emas pada menit empat. Dari sepak pojok, tandukan keras Abdul Rahman menyisir tipis di atas mistar gawang Kamboja.
Tiga menit kemudian, Ferdinand Sinaga berhasil melepaskan sepakan keras mengakhiri penetrasinya dari kiri. Bola susah payah ditepis kiper Sou Yaty untuk menghasilkan sepak pojok.
Gawang Indonesia bergetar pada menit 19. Namun, hakim garis sudah mengangkat bendera tanda offside. Serangan balik cepat dari Kamboja nyaris saja berbuah fatal untuk Indonesia yang terlalu asyik menyerang.
Peluang emas untuk Indonesia hadir lagi pada menit 24. Aksi Titus Bonai dari kiri bisa membuat bola bergulir ke muka gawang, tetapi sepakan Ferdinand Sinaga malah masih jauh dari sasaran.
Indonesia memimpin pada menit 27. Umpan silang dari kanan berhasil disambut Titus Bonai dengan tandukan jitu ke dalam gawang Kamboja.
Dua menit berselang, Indonesia menggandakan keunggulan. Patrich Wanggai melepaskan tendangan bebas cantik yang tak kuasa dihalau kiper Kamboja.
Kesalahan Sou Yaty dalam mengantisipasi bola sepak pojok dimanfaatkan dengan baik oleh Gunawan Dwi Cahyo yang berdiri di tiang jauh. Tandukannya mengubah skor jadi 3-0 di menit 35.
Wanggai mencetak gol keempat Indonesia pada menit 41. Okto menerima bola liar di kotak penalti Kamboja dan kemudian mengirim umpan silang ke tiang jauh yang disambut dengan jitu oleh Wanggai.
Kamboja mengambil inisiatif menyerang di awal babak kedua, membuat pertahanan Indonesia beberapa kali diuji. Setidaknya dua kali Kurnia Meiga harus berusaha keras mengamankan gawangnya.
Pada menit 64 Wanggai melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti. Namun, arah bola masih belum tepat sasaran.
Dari sisi kiri, Okto menerima bola dan kemudian coba meneruskan ke muka gawang. Tapi bola sepakannya masih dipatahkan Sou Yaty yang dengan cepat menutup ruang.
Pada menit 78, Egi melepaskan tendangan jarak jauh yang deras mengarah ke gawang Kamboja. Namun, sepakannya masih membentur mistar gawang. Semenit kemudian Sok Rithy nyaris membuat gol bunuh diri saat berusaha membuang bola.
Pada menit 80, gol kelima akhirnya dibuat Indonesia. Dari sepak pojok yang diambil pendek, bola lantas digiring Andik Vermansyah dari pinggir ke tengah. Andik lantas melepaskan tembakan keras untuk membuat skor menjadi 5-0.
Empat menit berselang, Andik mencuri bola di kanan dan kemudian memberikan operan jitu ke depan gawang. Ramdani Lestaluhu berhasil menyambar bola untuk mengubah skor jadi 6-0.


Susunan Pemain Indoensia vs Kamboja:

Indonesia: 1-Kurnia Meiga; 13-Gunawan Dwi Cahyo, 24-Diego Michiels, 26-Hendro Siswanto (11-Ramdani Lestaluhu 71′), 28-Abdul Rahman, 8-Egi Melgiansyah, 10-Oktovianus Manianni, 17-Ferdinand Sinaga (21-Andik Vermansyah 63′), 18-Stevie Bonsapia, 25-Titus Bonai, 27-Patrich Wanggai (7-Yongki Aribowo 87′).
Kamboja: 1-Sou Yaty; 3-Sok Rithy, 4-Sok Sovan, 5-Touch Pancharong, 9-Tum Saray (15-Pov Phearith 57′), 11-Khoun Laboravy, 12-Pheak Rady, 14-Sos Suhana, 16-Chhun Sothearath, 17-Chhin Chhoeun, 18-Phourng Soksana (10-Keo Sokngon 67′).
Postingan Lama Beranda

Popular Posts

  • FOTO ARTIS KOREA PALING POPULER
  • TOGEL INDONESIA (SINGAPURA TOGEL)
  • VOUCHER GEMSCOOL GENERATOR[CASH GRATIS]
  • CARA MEMBUAT CHEAT PB DENGAN VB
  • EKPEDISI KE RIAM DAIT ( AIR TERJUN 7 TINGKAT) YANG ADA DI SERIMBU
  • Beberapa Contoh Program Pascal Paling Sederhana
  • Gambar TIMNAS INDONESIA DI AFF 2010
  • DOWNLOAD KUMPULAN LAGU NATAL 2011
  • Internetan Pake Proxy Luar Negeri
  • Cara membuat DLL Cheat PB Sendiri

CHEAT POINT BLANK GARENA UPDATE

Foto saya
Philipus Nahaya
hanya menyalurkan hobby
Lihat profil lengkapku
PHILIPUS NAHAYA © 2021. All rights reserved. Designed by Philipus Nahaya